Puncak Muna Pagi hari di Dusun Masalili, Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna, seperti tidak terbujuk rumor Corona Covid-19. Dari sana pas di atas bukit, ada objek liburan kolam renang bersifat tidak biasa yang terus ramai.

Dibuat mulai sejak 2018 serta mulai bekerja 2019, kolam renang ini apabila diawasi baik bersifat seperti alat kelamin pria. Bukan disengaja, tapi situasi geografis bukit yang memanjang, memaksakan pengembang membentuk kolam renang dengan wujud demikian rupa.

Kolam renang ini, memiliki jarak kurang lebih 25 km dari Raha, Ibu-kota Kabupaten Muna. Areanya ada pada bukit-bukit batu di dusun yang tersohor dengan kumpulan beberapa puluh bukit karst.

3 Point Benang Merah Pasien Positif Corona COVID-19 di Yogyakarta
8 Saran Dewan Profesor Unpad untuk Ja-bar Krisis Corona COVID-19
Update Tebaran Corona Covid-19 di 32 Propinsi per Kamis 2 April
Pertama kalinya dikeduk, faksi dusun serta pengembang kolam renang kepelikan mengeduk batu-batuan. Jadi, ditetapkan, kolam cuman sedalam 60 cm serta dibikin untuk ajang rekreasi beberapa anak. Sehabis bekerja kurang lebih enam bulan lebih, rupanya pecintanya pun hadir dari kelompok orang dewasa.

Waktu epidemi Corona Covid-19 belum semakin makin tambah meluas sampai ke Indonesia, lumayan banyak dari mereka turut berenang waktu mengirimkan anak-anaknya bertamasya dalam tempat ini.

Bekas Kepala Dusun Masalili, La Ode Rasali menjelaskan, kolam ini dibuat memanjang dari arah Utara ke Selatan. Tapi, lantaran situasi bukit yang memanjang dari Barat ke Timur, mau tak mau eksekutor ikuti situasi.

“Jadi, kita bikin memanjang. Apalagi, dengan mempunyai bentuk yang antik itu kami berpikiran tidak memberikan kerugian siapakah karena rentang alamnya begitu,” papar La Ode Rasali.

Ia menambah, mempunyai bentuk yang polemis itu pernah disoroti masyarakat serta warganet. Tapi, hal tersebut dikira alamiah biarpun mereka tidak ketahui situasi sebetulnya.

“Jadi, wujud bukit itu memanjang. Pada satu diantaranya ujungnya, melebar. Jadi kami mesti mengoptimalkan luasnya biar pengunjung dapat lebih bebas berenang,” sambungnya.
Untuk nikmati kolam renang, tiap pengunjung bayar cost Rp25 ribu. Sedang untuk yang turut masuk temani, diberi harga Rp10 ribu.
Di kurang lebih kolam Masalili, ada dua tempat rekreasi yang lain yang dapat digunakan untuk menjauhi hiruk pikuk rumor Corona Covid-19. Ke-2 nya ialah, jembatan menggantung Masalili serta Pucuk Mongkeluno.